Legislator PKB Minta Pemerintah Gerak Cepat Hadapi Covid-19

| Kamis, 19/03/2020 18:04 WIB
Legislator PKB Minta Pemerintah Gerak Cepat Hadapi Covid-19 Anggota DPR RI FKB, Anggia Erma Rini (Foto: istimewa)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Hingga 18 Maret 2020, ada 227 kasus positif Covid-19, dengan 19 orang meninggal dunia dan 11 orang dinyatakan sembuh. Menanggapi hal tersebut Anggota Komisi IX DPR RI Anggia Erma Rini mengatakan angka itu menjadikan Indonesia sebagai negara yang persentase kematiannya tertinggi di dunia akibat virus Corona.

"Ini tidak main-main. Tindakan cepat, tepat, dan efektif harus diambil pemerintah jika tidak ingin beberapa hari ke depan ledakan kasusnya makin serius," ujar Anggia dalam rilisnya, Kamis 19 Maret 2020.

Legislator Fraksi PKB itu mengingatkan bahwa sampai ini masih banyak alat pelindung diri (APD) yang kosong di rumah sakit hingga ruang isolasi rumah sakit yang sudah overload. Pelaksanaan tes juga lambat.

Menurut Ketum Fatayat itu, APD sangat vital karena dokter dan perawat di garda depan penanganan pasien positif Covid-19. Kebutuhan ruang isolasi juga amat mendesak. Kemarin ada salah satu pasien dari Ciputat mengalami sesak nafas, belum mendapat tempat karena RS rujukan penuh semua.

"Tidak ada waktu lagi. Pemerintah harus gerak cepat melakukan tes sesegera mungkin agar tahu statusnya, dan saling menjaga. APD juga harus jadi skala prioritas," ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah melakukan tes secara masif, jangan sampai seperti Iran yang tiba-tiba membludak akibat lambatnya tes dan pencegahan sejak awal. Anggia menganalogikan upaya pencegahan dan antisipasi Covid-19 seperti berperang dengan musuh yang tidak kelihatan.

"Kunci penanganan ada dua. Pertama, tes supaya musuh kelihatan. Kedua, edukasi supaya kita saling menjaga,” ungkapnya.

Dua kunci utama tersebut, lanjutnya, harus menjadi langkah utama pemerintah saat ini. Masyarakat perlu terus disadarkan akan pentingnya saling menjaga satu sama lain. “Kita tidak tahu virus ini sedang berada di mana, menempel pada apa, dan kapan penularannya. Yang bisa dilakukan adalah saling mengingatkan terus agar rutin cuci tangan, hidup bersih dan sehat, mengikuti etika batuk dan bersin. Di sisi pemerintah dan pelayanan kesehatan, tes sangat urgen dilakukan agar antisipasinya lebih dini," tuturnya.

Tags : Virus Corona , Covid 19