Subvarian Baru Omicron Terdeteksi, Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Waspada

| Senin, 13/06/2022 21:23 WIB
Subvarian Baru Omicron Terdeteksi, Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Waspada Varian baru COVID-19, Omicron. (Foto: Kemenkes RI)

RADARBANGSA.COM - Pemerintah terus memantau perkembangan kasus COVID-19 pasca terdeteksinya subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 di tanah air.

"Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi subvarian Covid-19," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Senin 13 Juni 2022.

"Presiden Jokowi juga memberikan arahan ke kami bahwa lebih baik kita waspada, lebih baik kita berhati-hati. Karena kewaspadaan kita, konservatifnya kita, kehati-hatian kita, sudah memberikan hasil bahwa kondisi penanganan pandemi di Indonesia termasuk yang relatif baik dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia,” tambahnya.

Berdasarkan indikator transmisi WHO kondisi penanganan pandemi di tanah air masih relatif baik dibandingkan negara-negara lain. Standar WHO untuk kasus konfirmasi level 1 adalah maksimal 20 kasus per minggu per 100 ribu penduduk, sementara Indonesia masih 1 kasus per minggu per 100 ribu penduduk.

“Positivity rate-nya juga WHO mengasih standar 5 persen, kita masih di angka 1,36 persen. Reproduction rate (Rt) atau reproduksi efektif itu juga dikasih standarnya di atas 1 yang relatif perlu dimonitor, kita masih di angka 1. Sehingga dari tiga indikator transmisi, kondisi Indonesia masih baik,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah melaporkan, pada Senin, 13 Juni 2022, kasus terkonfirmasi positif virus corona atau COVID-19 tercatat bertambah sebanyak 591 kasus. Total kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 6.061.079 kasus.

Selanjutnya, pasien sembuh dari paparan corona dilaporkan bertambah sebanyak 390 orang. Sehingga, pasien sembuh dari COVID-19 berjumlah 5.899.501 orang.

Sementara itu, pasien meninggal dunia karena terpapar virus corona juga bertambah sebanyak 9 jiwa. Kasus kematian karena terpapar COVID-19 mencapai 156.652 jiwa.

Tags : Omicron , Covid19