Konflik Agraria Masih Terjadi, Gerbang Tani Minta Jokowi Reshuffle Sofyan Jalil

| Rabu, 15/07/2020 12:25 WIB
Konflik Agraria Masih Terjadi, Gerbang Tani Minta Jokowi Reshuffle Sofyan Jalil Ketua Umum DPN Gerbang Tani, Idham Arsyad (foto istimewa)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Ketua Umum DPN Gerbang Tani, Idham Arsyad meminta Presiden Joko Widodo mereshuffle Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan A Djalil. Idham menilai Sofyan tak mampu menyelesaikan konfilk agraria di Indonesia.

"Menteri ATR/BPN, Sofyan Jalil termasuk menteri yang harus direshuffle karena kinerjanya sangat buruk, khususnya dalam menyelesaikan konflik-konflik agraria di Indonesia," kata Idham dalam keterangannya, Rabu, 15 Juli 2020.

Idham menjelaskan, masalah pertanahan terjadi tidak hanya satu atau dua saja, melainkan ribuan konflik agraria sejauh ini masih belum mampu diselesaikan oleh Sofyan.

Imbasnya tak main-main. Idham menyatakan petani banyak dikorbankan akibat konflik agraria berkepanjangan. Seperti halnya yang dialami petani Simalingkar dan Sei Mencirim, Deliserdang korban konflik agraria dengan PTPN II.

Idham mengingatkan reforma agraria yang tepat sasaran guna memberikan peluang bagi rakyat yang selama ini tidak memiliki lahan/aset untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi merupakan salah satu visi misi sekaligus prioritas Presiden Jokowi.

"(Penyelesailan) konflik agraria ini salah satu prioritas Presiden Jokowi. Konflik agraria terjadi karena ketimpangan agraria sudah sangat dalam dan solusinya adalah reforna agraria melalui redistribusi lahan pada petani tak bertanah dan buruh tani," tegas dia.

Adanya aksi jalan kaki petani dari Simalingkar dan Sei Mencirim, lanjut Idham, salah bukti bahwa Menteri ATR/BPN tidak bekerja sesuai arahan Presiden. Bahkan konflik petani Simalingkar dengan PTPN II disebabkan oleh HGB yang dikeluarkannya baru-baru ini.

"Tidak ada penelusuran mendalam dan tidak ada komunikasi dengan petani sebelum menerbitkan HGB," tukas Idham.

Tags : Gerbang Tani , ATR , BPN , Idham Arsyad , Agraria