Komisi VIII DPR Minta Kepolisian Usut Kasus Perobohan Masjid di Sragen

| Selasa, 05/04/2022 17:27 WIB
Komisi VIII DPR Minta Kepolisian Usut Kasus Perobohan Masjid di Sragen Yandri Susanto (Ketua Komisi VIII DPR RI). (Foto: twitter @DPR_RI)

RADARBANGSA.COM - Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto meminta masyarakat agar berhati-hati jika ada yang ingin menawarkan bantuan untuk pembangunan masjid. Menurutnya, masyarakat harus mengkroscek kepada pemerintah baik kecamatan maupaun Kementerian Agama.

“Masyarakat memang tetap harus hati-hati kalau ada yang datang menawarkan sesuatu tentu diverifikasi termasuk melibatkan Kemenag, Pak Camat, pemerintah daerah sehingga terverifikasi dengan baik, siapa ini orangnya, latar belakangnya apa, maksud dan tujuannya apa. Jadi jangan sampai kena tipu," kata Yandri dilansir dprgoid, Selasa 5 April 2022.

Diketahui, beberapa waktu lalu, masyarakat dihebohkan dengan adanya pemberitaan sebuah masjid di Dusun Kowang, Sragen, Jawa Tengah yang dirobohkan warga karena dijanjikan dana sebesar Rp1,3 miliar untuk membangun masjid itu kembali. Namun hingga kini pemberi janji tersebut belum memberikan dananya.

Yandri meminta warga tak gampang terbuai rayuan oleh seseorang yang tak dikenal. Dia berharap kasus ini menjadi perhatian bagi masyarakat lain, "Ini harus menjadi perhatian tempat yang lain juga, jadi jangan gampang terbuai dengan rayuan, yang ngaku dermawan ternyata menjadi sebuah persoalan serius, apalagi masjid ini telah dirobohkan," katanya.

Guna menyelesaikan kasus ini, Yandri meminta kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Di sisi lain, ia meminta warga tetap tenang. "Jadi saya kira ini perlu diusut, perlu diselesaikan tapi tidak perlu dengan anarkis, tidak perlu dengan emosional, kalau perlu pihak yang berwajib turun tangan, dikejar siapa nih yang ngaku-ngaku dermawan," katanya.

"Mungkin dia mau membangun (masjid), tapi ada masalah dalam penyerahan (dana). Kita enggak tahu kan, kita ber-husnuzan dulu, berprasangka baik. Tapi kalau ada unsur penipuan, unsur kesengajaan untuk melakukan hal-hal yang tidak benar, saya kira aparat wajib turun, supaya ini tidak menjadi kejadian yang berulang di tempat lain," tambahnya.

Tags : Masjid , Mushola , Kemenag , Komisi VIII DPR