BNPB Ralat Jumlah Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda, ini Alasannya

| Jum'at, 28/12/2018 19:31 WIB
BNPB Ralat Jumlah Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda, ini Alasannya Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Data Informasi dan Humas BNPB). (Foto; nusantaranews)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meralat jumlah korban meninggal dunia akibat tsunami Selat Sunda beberapa waktu lalu. Sebelumnya, BNPB merilis korban meninggal sebanyak 430 orang, namun diralat menjadi 426 orang.

"Sampai saat ini pukul 13.00 WIB, tercatat ada 426 orang meninggal," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 28 Desember 2018.

Dia menerangkan, jumlah korban meninggal dunia berbeda dari data yang diinfokan pada Rabu (26/12) silam karena ditemukan data ganda. Data ganda ini tercatat di perbatasan Serang dan Pandeglang.

"Ternyata ada beberapa korban meningal dunia yang diduga double. Ada beberapa korban dicatat di serang dan Pandeglang," jelasnya.

Sementara itu, korban luka tercatat 7.202 orang dan 40.386 orang mengungsi akibat tsunami Selat Sunda. "Data ini sementara karena korban belum ditemukan, karena material puing-puing masih banyak di lapangan, belum semua daerah selesai dilakukan penyisiran," tuturnya. 

Tags : BNPB , Tsunami Selat Sunda

Berita Terkait