Dituding Hanya Jadi Alat Politik, Kiai Ma’ruf: Memangnya Saya Pacul

| Jum'at, 15/02/2019 06:43 WIB
Dituding Hanya Jadi Alat Politik, Kiai Ma’ruf: Memangnya Saya Pacul Cawapres 01, KH Maruf Amin memberikan sambutan di depan ribuan Nahdliyyin di Cinajur, Jawa Barat (dok Radarbangsa/Labieb)

CIANJUR, RADARBANGSA.COM - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH. Ma’ruf Amin angkat bicara mengenai isu yang dihembuskan kubu 02 yang menyebut dirinya hanya menjadi alat politik untuk mendapatkan kekuasaan oleh Calon Presiden Joko Widodo.

Kiai Ma`ruf membantah tudingan tersebut. Dia menuturkan bahwa dirinya adalah Rais Aam dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga tidak mungkin ia hanya digunakan sebagai alat politik dengan mendampingi Jokowi.

"Katanya Ma`ruf Amin hanya menjadi alat. Memangnya saya ini pacul apa, yang jadi alat kan pacul," tutur Kiai Ma`ruf saat menghadiri Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-93 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis 14 Februari 2019.

“Saya ini (mantan) Rais Aam, Ketua Umum MUI, masa jadi pacul,” tegas Kiai Ma’ruf.

Tak hanya itu, Kiai Ma`ruf juga membela Jokowi. Ia menyebut bahwa Jokowi tak mungkin menjadikan seorang kiai sebagai alat saja.

"Masa Pak Jokowi serendah itu, kiai dijadikan alat. Namanya menghina Pak Jokowi itu, ente jangan sembarangan ngomong,” imbuh dia.

Kiai Ma`ruf pun menegaskan bahwa pihak-pihak yang menyebarkan isu tersebut hanya ingin memperkeruh suasana politik. Namun Kiai Ma`ruf tak memungkiri dirinya siap dijadikan alat apabila berhubungan dengan kepentingan masyarakat Indonesia.

"Itu tukang bikin waswas, masa dijadikan alat. Akan tetapi, kalau dijadikan alat untuk membangun kemaslahatan dan membuat Indonesia maju, tentu saya siap,” ucapnya yakin.

Dalam acara Harlah NU ke-93 tersebut, hadir pula Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar. Lalu ada pula Rais Syuriah PCNU Cianjur K.H. Abdul Qodir Rozi, dan Ketua Tanfiziah PCNU Cianjur Khaerul Anam.

Tags : Maruf Amin , Jokowi , Pilpres 2019