Lomba Cerpen Santri 2018

Lepas Gelap, Terbitlah Terang

| Kamis, 08/11/2018 19:32 WIB
Lepas Gelap, Terbitlah Terang Dok Radarbangsa

Oleh: Siti Rohmah

RADARBANGSA.COM - Santri itu patuh pada kyai. Santri itu panutan masyarakat. Tapi apa semua santri demikian? Tidak. Santri itu, sibuk memperbaiki diri. Yah, itulah kenyataannya. Banyak yang bilang kalau pesantren adalah tempat suci yang tidak ada seorang pun yang bisa berbuat kesalahan. Namun sejatinya tidak. Pesantren adalah tempat di mana semua orang bisa memperbaiki diri.

Jadi wajar saja bila terkadang ada seorang santri yang bandel, nakal dan bahkan bisa dibilang urakan. Karena dalam lingkungan pesantren, kita tidak hanya berteman dengan para Gus-putra kyai. Tetapi di pesantren juga kita bertemu orang yang menurut penglihatan kita jauh dari kata baik. Alasan para orang tua mempercayakan mereka kepada para pengasuh adalah semata-mata karena ingin agar anak-anaknya menjadi pemuda-pemudi yang taat beragama.

Seperti halnya Pesantren Al Ikhlas. Di sana terdapat salah satu santri yang bandelnya, hadduuhhh…. Semua penguruspun sudah menyerah jika harus berurusan dengannya. Dia adalah Rangga, Rangga Putra Pratama. Hampir semua peraturan pesantren pernah dia langgar. Mulai dari merokok, mblancong- keluar tanpa izin, tidak mengikuti kegiatan, tidak mau mengaji, susah untuk disuruh setoran-berarti hafalan, dan yang paling parah adalah pergi ke Asrama putri.

Orang tua Rangga menitipkannya sejak 2 tahun lalu. Artinya tahun ini dia memasuki waktu 3 tahun di pesantren. Bukan namanya Rangga kalau dia tidak menjahili temannya. Kasus kali ini bermula ketika Rangga mengganggu Alif-teman seasramanya. Ketika Alif melaksanakan Sholat Dhuha, Rangga datang dan mengganggunya. Karena Alif adalah anak yang baik dan taat beribadah, dia tidak terganggu dengan adanya Rangga. Merasa tidak berefek apa-apa, Rangga tidak kehilangan akal.

Dia berjalan mundur ke belakang hingga posisinya tepat berada di belakang Alif. Rangga kemudian membungkuk dan mengambil kedua ujung sajadah yang digunakan Alif dan menariknya dengan sekuat mungkin. Alhasil, Alif yang berada di atas sajadah itu terpelanting kebelakang dengan kepala yang membentur lantai. Awalnya Rangga tertawa menang karena dia berhasil membuat Alif batal dari sholatnya.

Namun, tertawanya terhenti setelah terdengar suara yang memanggil namanya dengan keras.

Baca selengkapnya di sini

Tags : Hari Santri 2018 , Cerpen Santri , PKB