Rakyat Riau Dambakan Pemimpin Bersih, Lukman Edy - Hardianto Paling Disukai

| Senin, 18/06/2018 20:26 WIB
Rakyat Riau Dambakan Pemimpin Bersih, Lukman Edy - Hardianto Paling Disukai Lukman Edy-Hardianto (Pasangan Cagub-Cawagub Provinsi Riau). (Foto: akuratco)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Mayoritas masyarakat Riau mendambakan sosok pemimpin yang betul-betul bersih dari praktik korupsi. Hal ini terlihat dari hasil survei Lembaga Vox Populi Survey (LVPS) yang digelar periode 28 Mei - 12 Juni 2018 dengan 1831 responden.

Koordinator Survei Pilkada 2018 LVPS Chaerudin Affandi berujar, 89,2 persen responden menginginkan pasangan kepala daerah yang bersih dari kasus korupsi dan merakyat.

Sementara pada hasil tingkat kesukaan, pasangan calon yang paling disukai adalah Lukman Edy - Hardianto (72,2 persen), diikuti Firdaus -Rusli Effendi 69,4 persen, dan peringkat tiga Syamsuar - Edy Natar Nasution 67,8 persen, lalu keempat Arsyadjuliandi Rachman - Suyatno dengan 47,6 persen.

"Elektabilitas Lukman Edy - Hardianto sekaligus fakta jika masyarakat sudah menentukan pilihan. Dan itu adalah modal untuk menggapai kemenangan," kata Chaerudin di Jakarta, Senin 17 Juni 2018.

Hasil survei menunjukkan, elektabilitas pasangan Lukman Edy -Hardianto juga memuncaki hasil survei pertama dengan 28,6 persen, disusul oleh pasangan Firdaus - Rusli Effendi 19,8 persen, Syamsuar - Edy Natar Nasution diperingkat ketiga dengan 19,2 persen dan diurutan terakhir Arsyadjuliandi Rachman - Suyatno 10,7 persen.

“Responden yang belum memilih sebanyak 21,7 persen,” terang Chaerudin.

Kemudian, ketika responden ditanyakan pilihan mereka untuk Pilgub Riau 2018 dengan mengunakan alat bantu berupa kertas suara yang terpampang wajah dan nama 4 paslon kepala daerah Riau yang akan di uji di pilkada Riau pada juni 2018, dari jawaban 1831 Responden kembali pasangan Lukman Edy -Hardianto menjadi pasangan yang paling banyak dipilih.

“Pasangan Lukman - Hardianto dipilih 32,6 persen responden, dan diperingkat kedua Syamsuar -Edy Natar Nasution dipilih sebesar 23,7 persen, kemudian diperingkat ketiga Firdaus -Rusli Effendi 20,2 persen, dan diurutan terakhir Arsyadjuliandi Rachman -Suyatno 10,9 % dan yang belum memilih sebanyak 12.6 persen,” ungkap Chaerudin.

Dari hasil survei ini sudah dapat dipastikan potensi terpilihnya pasangan Lukman Edy- Hardianto sangat besar sebagai Kepala Daerah Riau untuk periode 2018-2023.

Terkait rendahnya elektabilitas petahana Arsyadjuliandi Rachman, Chaerudin menyatakan hak itu dipengaruhi oleh tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerjanya sebagai Gubernur Riau.

“Jadi ada sebesar 58,3 persen masyarakat yang kurang puas dan 16,2 persen tidak puas sama sekali dengan kinerja Arsyadjuliandi Rachman,” tegasnya.

Survei ini menggunakan metode Multistage Random Sampling atau teknik penarikan sampel acak bertingkat dengan jumlah sampel ditentukan sebesar 1831 responden yang diambil dari populasi masyarakat Riau yang punya hak pilih dan terdaftar pada DPT Pilkada 2018 sebanyak 3.622.488 pemilih yang tersebar di dua kota dan 10 kabupaten di Riau dg margin of error ± 2.,29%.

Tingkat kepercayaan survei ini mencapai 95 persen dan Responden yang terpilih diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara yang telah terlatih. Satu pewawancara bertugas untuk satu kelurahan / desa yang terdiri hanya 10 responden.

Untuk memastikan kualitas dari survei ini maka dilakukan Quality control secara random sebanyak 20 persen dari total sampel dilakukan oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

Tags : Lukman Edy , Hardianto , Pilgub Riau